Lagi, PBR Ditinggalkan Kadernya Di Senayan

Rakyat Merdeka | Rabu, 06 Agustus 2008

Timang-timang Gabung Ke PAN

Satu demi satu kader Partai Bintang Reformasi (PBR) di DPR meninggalkan partai tersebut. Setelah Is Anwar Datuk Rajo Perak, kini giliran anggota Komisi II DPR Anhar juga menyatakan bakal cabut dari PBR.

"Kondisi PBR seperti sekarang ini tidak memungkinkan lagi saya bertahan di sana. Jadi saya akan keluar dari PBR," tandas Anhar kepada Rakyat Merdeka, tadi malam.

Sebelumnya, Is Anwar Datuk Rajo Perak juga berencana hengkang dari PBR. Bahkan, Is Anwar telah mengambil formulir pencalegan di Partai Persatuan Pembangunan (PPP). Rencana kepindahannya disebabkan ia kecewa terhadap PBR yang membatasi usia pencalegan maksimal 60 tahun.

Soal sebab kepindahannya, Anhar mengatakan, Bursah Zarnubi selaku ketua umum partai hanya akan merekrut caleg yang aktif di DPP. Padahal, Anhar bukan pengurus DPP sehingga, tidak akan mencalonkan kembali menjadi caleg.

"Saya ini kan tidak diakomodir Bursah di DPP. Jadi saya tahu diri untuk tidak mencalonkan kembali," tegasnya.

Ditanya partai baru yang akan jadi pilihannya, Anhar mengaku selama ini ia dekat dengan Ketua Umum DPP PAN Soetrisno Bachir.






Menurutnya, kedekatannya dengan Bachir terjadi saat digelar turnamen karate Gozukai memperebutkan piala Soetrisno Bachir. Bahkan, katanya, Bachir sempat menawarkan dirinya bergabung ke PAN.

Menanggapi rencana para kadernya akan loncat pagar, Sekjen DPP PBR Rusman Ali mengatakan, pihaknya akan mengklarifikasi rencana tersebut kepada para kadernya.

"Dalam satu minggu ini, DPP akan mengundang beliau (Is Anwar dan Anhar-red) untuk menjelaskan rencananya," kata Rusman.

Namun, jika keduanya tetap pada pendiriannya, PBR tidak bisa mencegah, karena itu hak pribadi. "Itu sudah menjadi hak orang dan kita tidak bisa melarangnya. Kami hanya bisa menghimbau agar beliau tetap di PBR," katanya.

Soal syarat yang dikeluhkan Is Anwar, Rusman menjelaskan, PBR masih memberikan ruang bagi Is Anwar untuk kembali maju jadi caleg. pasalnya, DPP memberikan porsi 10 persen bagi kader yang berusia di atas 60 tahun, usia 20-40, 40 persen, dan usia antara 40-50 sebesar 20 persen. "Nah, bagi usia 60 tahun ke atas seperti Pak Is Anwar, dia masuknya ke yang sepuluh persen," pungkasnya.




0 komentar:

Template by - Abdul Munir | Daya Earth Blogger Template