Rakyat Merdeka | Rabu, 06 Agustus 2008
Jakarta, RM. Selain merekrut para tokoh luar, PDIP dan Partai Golkar memastikan akan mengusung calon legislatif (caleg) dari kalangan keluarga kader. Tampaknya daftar mereka akan terus bertambah.
"Memang ada beberapa anggota keluarga yang akan mengusung anaknya untuk menjadi caleg, tetapi tidak banyak," kata Sekretaris Fraksi PDIP Ganjar Pranowo kepada Rakyat Merdeka, kemarin.
Sejumlah anak kader partai berlambang banteng tersebut sudah masuk dalam daftar caleg, yakni anak Megawati, Puan Maharani yang akan dicalegkan di dapil Jawa Tengah, anak Guntur Soekarnoputra, dan anak Alex Litaay.
Bagi Ganjar, masuknya putra dan putri kader partai karena pertimbangan loyalitas dan sosiokultural, sehingga mereka layak menjadi caleg dari PDIP. Selain itu, kemampuan mereka juga cukup teruji dalam menjalankan tugas partai.
"Dari kultur yang ada, yang membesarkan dan mempertahankan partai itu merupakan keturunan dari orang yang memperjuangkan partai. Itu sosiokultural. Istilahnya, keluarga ini sudah berdarah-darah di PDIP. Sebab menunjuk orang baru, bisa saja baru satu bulan masuk, sudah ke luar lagi," paparnya.
Bahkan, untuk menguji tingkat loyalitas mereka, Ganjar memberikan contoh beberapa tokoh politik luar negeri yang merupakan keluarga kader partai dan pernah berkuasa di pemerintahan.
"Ada Bush Junior, ada keluarga Kennedy, dan ada juga Hillary Clinton dari Bill Clinton. Mereka maju karena loyalitas terhadap partai dan kualitasnya," paparnya.
Selain itu, Ganjar juga tidak khawatir akan muncul cap jelek di tubuh PDIP sebagai partai KKN. Pasalnya, mereka juga melakukan seleksi mulai dari tingkat DPC, DPD dan DPP. DPP juga mempunyai formula scorsing mulai dari pendidikan, berapa lama aktif di partai, oganisasi, dan lain-lain.
"Kami tidak mengkhawatirkan stigma tersebut, karena beberapa parpol juga melakukan hal sama. Kami juga tetap menyeleski mereka," tambahnya.
Sementara itu, Ketua DPP PDIP Maruarar Sirait yang juga anak Sabam Sirait menilai semua orang mempunyai kesempatan untuk menjadi caleg termasuk keluarga kader.
Maruarar mengaku, dirinya terjun ke dunia politik benar-benar dari bawah, yaitu selama dua periode menjadi pengurus DPD PDIP Jawa Barat. "Sebelum duduk di dewan, saya sudah aktif di partai selama dua periode, artinya benar-benar dari bawah," kata Marurar.
Tidak berbeda dengan PDIP, partai Golkar pun memasang sejumlah keluarga kader partai dalam pencalegan. Selain anak Agung Laksono, anak anggota dewan pembina Partai Golkar Muladi, yakni Ari Muladi juga menjadi caleg.
Ketua Harian Bappilu II Partai Golkar Firman Subagyo mengatakan, Ari Muladi dicalegkan dari Golkar bukan karena ikut-ikutan atau KKN, tetapi Ari Muladi menjadi caleg karena track record dan keaktivannya di Golkar.
"Anak Pak Muladi itu sebagai Ketua Bappilu Harian di DKI. Jadi, pantas kalau dia menjadi caleg dari partai," ujar Firman saat dihubungi Rakyat Merdeka di Jakarta, kemarin.
Firman menambahkan, kalau ada anak, cucu, menantu yang tidak aktif di partai lalu tiba-tiba menjadi caleg, itu baru bisa dikatakan KKN. "Kalau memang dia itu aktif sebagai kader ya kita calonkan, tetapi kalau tidak ya tidak akan kami calonkan," katanya.
Politik itu renyah dan menyegarkan
jadi nikmati saja dan tersenyumlah
karena hidup itu mudah dan indah
kecuali bagi politisi BUSUK ..!!!
cape' dah...
jadi nikmati saja dan tersenyumlah
karena hidup itu mudah dan indah
kecuali bagi politisi BUSUK ..!!!
cape' dah...
KATEGORI
- Artis Jadi Politisi (3)
- BLBI (1)
- Caleg 2009 (2)
- daerah pemilihan (1)
- data partai (2)
- Demokrat (1)
- DPR (1)
- ENGLISH (1)
- Gerindra (1)
- Golkar (3)
- Hanura (1)
- Hidayat Nur Wahid (1)
- Hidayat_Nur_Wahid (1)
- kampanye (1)
- KNPI (1)
- Megawati (1)
- Pakar_Pangan (1)
- PAN (4)
- parpol (2)
- partai politik (1)
- PBR (1)
- PDIP (3)
- Pemilu 2009 (5)
- peserta pemilu (6)
- PKS (4)
- PMB (2)
- PPP (1)
- Presiden 2009 (4)
- SBY (1)
- sejarah (1)
- TNI (1)
- Undang-Undang (1)
Blog Archive
- 3 Aug - 10 Aug (27)
- 4 May - 11 May (1)
SUMBER BERITA
Anak Kader PDIP & Golkar Yang Nyaleg, Terus Bertambah
Label: Golkar, PDIP, Pemilu 2009
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
0 komentar:
Post a Comment