Rizal Mallarangeng Tak Masuk Hitungan

Rakyat Merdeka | Selasa, 05 Agustus 2008

Mau Nangkring Di Kursi Presiden

Semakin banyak saja yang ngebet jadi presiden 2009-2014.

Kini, kursi RI-1 bukan lagi hanya incaran petinggi partai politik, tapi juga orang non parpol seperti aktivis Fadjroel Rachman, Ratna Sarumpaet dan analis politik Rizal Mallarangeng.

Dari sisi modal yang berhasil dikumpulkan, Rizal paling kinclong diantara kandidat non parpol itu. Tengok saja, iklan yang menjual tampang Rizal sudah wara-wiri di televisi.

Kendati begitu, Rizal belum masuk hitungan bursa calon presiden versi berbagai lembaga survei. Kemarin, Reform Institute melansir hasil survei keterpilihan kandidat capres yang digelar dari Juni hingga Juli 2008, lagi-lagi, nama adik juru bicara kepresidenan Andi Mallarangeng ini tak muncul.

Menurut Direktur Eksekutif Reform Institute Yudi Latief, hasil survei ini menunjukkan, Rizal belum diperhitungkan publik. "Dia juga tidak masuk kategori tokoh lain-lain. Namanya tidak ada sama sekali," katanya kepada Rakyat Merdeka, kemarin.






Saat dimintai tanggapannya, Rizal mengatakan, iklan yang dibuatnya masih terbilang baru, sehingga dia tidak kecewa jika responden survei capres belum ada yang memilihnya.

"Survei itu kan dilakukan jauh-jauh hari, sementara iklan saya baru muncul dua minggu yang lalu," katanya kepada Rakyat Merdeka.

Tantangan lain yang harus diatasi Rizal, hingga kini tak satupun parpol yang meliriknya untuk dijadikan capres. Tapi, presenter ini tetap optimis karena punya banyak teman di partai politik.

Berikut ini hasil survei Reform Institute tentang tingkat keterpilihan capres jika pilpres digelar hari ini. Pertama Mega dengan keterpilihan 19,4 persen, kedua SBY 19,06 persen, ketiga Sri Sultan HB X 7,12 persen, keempat Amien Rais 6,14 persen.

Selanjutnya, kelima Prabowo Subianto 3,81 persen, keenam Gus Dur 3,3 persen, ketujuh Wiranto 3,05 persen, kedelapan Akbar Tandjung 2,92 persen, kesembilan Jusuf Kalla 2,5 persen, kesepuluh Sutiyoso 1,57 persen, kesebelas Hidayat Nur Wahid 0,68 persen. Tokoh-tokoh lain 1,65 persen. Sedangkan masyarakat yang belum menentukan pilihannya 28,8 persen.

Reform Institute mengklaim, jajak pendapat ini digelar pada Juni-Juli 2008, melibatkan 2.361 responden. Metodenya wawancara tatap muka.


0 komentar:

Template by - Abdul Munir | Daya Earth Blogger Template